~*ISTIQOMAH*~ Oleh Buya MH Sahabatku yang baik hati Selalulah berSandar kepada-Nya Jangan putus ASA dgn ujian yg menimpa Setiap datang ujian dari-Nya Tidak pernah sia-sia Semuanya itu supaya hamba-Nya menjadi kuat Sahabatku Lihatkanlah KUALITASmu di hadapan TUHANmu Jangan LEMAH IKHLASlah menerima semua itu karena ALLAH Berusahalah untuk selalu tersenyum Biarpun Ujian masih berat Salam santun berbalut DOA
Sabtu, 03 September 2016
Rabu, 04 Mei 2016
Ternyata HIDUP ini adalah Cermin dari SHALAT
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokatuh
🌹RENUNGAN MALAM Khususnya untuk diriku & sahabatku juga keluargaku🌹🌻🌻🌻🌻
"Ternyata HIDUP ini adalah Cerminan dari SHALAT"
☆Barangsiapa terbiasa menunda shalat Maka ia harus siap tertunda dalam segala urusan kehidupannya :
✔Pekerjaan
✔Keturunan
✔Kesehatan
✔Kemapanan
✔Petunjuk dan lain-lain
~Meskipun seolah-olah sukses meskipun menunda sholat
~Tapi sukses tersebut hanya fatamorgana
☆Hasan al-Bashri berkata:
أَيُّ شَيْءٍ يَعِزُّ عَلَيْكَ مِنْ دِينِكَ إِذَا هَانَتْ عَلَيْكَ صَلَاتُكَ وَأَنت أول مَا تسْأَل عَنْهَا يَوْم الْقِيَامَة
"Apa yang berharga dari agamamu jika shalatmu saja tidak berharga bagimu? Padahal pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepadamu pada hari kiamat adalah tentang shalat."
✔Seperti apa kamu mampu memperbaiki shalatmu
✔Seperti itulah kamu akan mampu memperbaiki hidupmu.
✔Tidak kah kamu tahu bahwa shalat itu bergandengan dengan kesuksesan?
"Hayya'alas sholah... hayya 'alal falaah..." artinya "Marilah melakukan shalat, marilah meraih kesuksesan"
~Bagaimana mungkin kamu minta kesuksesan kepada Allah
~Sedangkan kamu tidak menunaikan hak-Nya ?
☆Ya Allah...
Jadikanlah kami termasuk orang yang mendirikan shalat tepat pada waktunya.
~Semoga kita selalu mendapat Ridho & Pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Semoga ada mamfaatnya
Salam santun berbalut senyum
Salam santun senyum berbalut Doa
"Ya Allah.....
Terimalah semua amal & ibadah kami"
Aamiin Aamiin Ya Allah Yarobbal'alamiin
Sabtu, 04 April 2015
~*Nilai Suatu Kebaikan Terletak Dalam Rahasia-Nya*~
Oleh Buya MH
Assalamualaikum Wr Wb
Sahabatku yang berhati lembut
Lakukanlah
Jangan di tunda lagi
~Karena kebaikan sekecil apapun
Kita tidak pernah tau
Kebaikan yang akan membawamu
Masuk kedalam SURGA ALLAH
~Karena setiap nilai kebaikan
Tersimpan dalam lembah RAHASIA ALLAH
Semoga mamfaat
Salam santun berbalut Doa
~*Hati Itu Ibarat Seperti Telapak Tangan*~
Oleh Buya MH
~Awalnya ia dalam keadaan terbuka
~Maka telapak tangan tersebut akan tergenggam Jika berbuat dosa
~Maka jari-jemari perlahan-lahan akan menutup telapak tangan tersebut.
~Jika ia berbuat dosa lagi
~Maka jari lainnya akan menutup telapak tangan tadi
~Akhirnya seluruh telapak tangan tadi tertutupi oleh jari jemari
~Hati juga telah mati oleh dosa kita sendiri
~Jauhilah perbuatan dosa
~Biar hati kita tidak tertutup seperti telapak tangan
Semoga ada mamfaatnya
Siap-siap Untuk menunaikan Ibadah Sholat Maghrib
Untuk daerah Bandung~Indonesia & Sekitarnya
Semoga ALLAH menerima Amal ibadah kita semua
Aamiin Aamiin Yarobbal'alamiin
~*Jangan Menyerah*~
Oleh Buya MH
~Sahabatku
Berendah-hatilah
Layaknya debu
Dibawah derap langkah
Para lelaki sejati
Barulah akan bangkit engkau
Dan jadi bagian perjalanan mereka.
Engkau merangkak
Di jalan pencarianmu
Menuju kepada ALLAH
jangan menyerah
Engkau pada kesedihan
jangan tunduk
Engkau pada guncangan
~Salam malam berbalut Doa
Semoga selalu dalam lindungan ALLAH
~*Kekuatan IMAN*~
Oleh Buya MH
~Ada suatu keniscayaan
•Bahwa dalam kesungguhan dan tekad
•Untuk mempermudah mencapai tujuan
~Meski manusia rapuh
•Tapi Allah menganugerahkan kekuatan bernama "IMAN"
~Dengan Iman lah manusia akan bergerak
•Menuju hal yang diinginkan
~Terkadang memang jatuh
•Tapi itu adalah bentuk kewajaran
•Sebelum menemukan kekuatan IMAN
~Ya Allah Ya Rabb....
•InsyaAllah semua Sahabat Buya MH ini adalah hamba-Mu yang mulia
•Yang cinta kepada-Mu
•Serta pandai bersyukur atas pemberian-Mu.
•Di malam hari ini Ya ALLAH
~Hamba memohon kepada-Mu
•Agar Engkau menambah keberkahan dalam hidupnya
•Kebahagiaan dalam keluarganya
•Kesehatan dalam umurnya.
•Semoga Engkau berkenan menjaga serta melindunginya
•Panjangkan umurnya dalam taat kepada-Mu.
•Anugerahkan kepadanya
anak keturunannya sebagai generasi yang sholeh & sholeha.
Aamiin Aamiin Yarobbal'alamiin
~*Membuat Hati Menjadi Hidup*~
Oleh Buya MH
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
Maka bagaimana keadaan yang akan terjadi pada ikan seandainya ia berpisah dengan air?"
~Dzikir merupakan santapan hati dan ruh.
Jika hati dan ruh kehilangan santapannya,
Maka sama dengan badan yang tidak mendapatkan santapannya.
~Suatu kali kami (Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah)
Menemui Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang sedang melaksanakan shalat subuh.
~Seusai shalat ia berDzikir kepada Allah hingga hampir pertengahan siang.
~Pada saat itu ia menoleh ke arahku seraya berkata:
~"Inilah santapanku.
~Andaikan aku tidak mendapatkan santapan ini,
~Tentu kekuatanku akan hilang"
~Syaikhul Islam juga pernah berkata kepada kami:
~"Aku tidak akan meninggalkan Dzikir kecuali
~Dengan niat memang itulah yang dikehendaki oleh jiwaku
~Atau karena aku ingin istirahat.
~Istirahat ini artinya persiapan bagiku
~Untuk melakukan dzikir berikutnya"
Selamat malam
semoga mamfaat
~*Berjuang Mencari Ilmu*~
Oleh Buya MH
Pelajarilah ilmu
Sebab mempelajarinya karena Allah adalah ketakwaan
Mencarinya adalah ibadah
Mengulanginya adalah tasbih
Mengkajinya adalah jihad
Mengajarkannya kepada orang yang tidak tahu adalah sedekah
Memberikan kepada yang berhak adalah kurban (kedekatan kepada Allah).
Dengan ilmu
~Allah dikenal dan disembah serta diesakan,
Dengan ilmu
~Maka halal dan haram diketahui
Dan dengan ilmu
~Maka hubungan rahim disambung. (Mu'adz bin Jabal r.a)
Dan dikatakan dalam Doa
~Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu padaku
Ya ALLAH
•Siang & Malam
•Pagi & Sore
•Hidup & Mati
•Apa yang akan terjadi?
•Dan kapan terjadinya?
•Semuanya hanya Engkau yang tau
~Hamba hanya bisa bersandar pada-Mu
~Semuanya hamba serahkan kepada-Mu
•Hanya Engkau yang tau
•Hanya Engkau tujuanku Ya ALLAH
~*Sedetik Sangat Berharga*~
Oleh Buya MH
~Hati kita sangat membutuhkan DZIKIR
Seperti ikan yg membutuhkan air
Berdzikir akan menghilangkan sifat kemunafikan
~Jangan biarkan hatimu lalai
Waktu yang sedetik janganlah kamu sia-siakan
~Karena dengan waktu yang sedetik
Kita bisa berpindan dari MUATABAH menjadi MUKASAFAH
Selamat menempuh perjalan BATINIAH
~*Hamba Bermohon Kepada-Mu Ya Allah*~
Buya MH
~YA Allah....
•Dalam sisa umur ini
•Berikanlah hamba kesempatan untuk membuat keluarga bahagia
•Membuat orang tua merasa bangga
•Tuntunlah hamba dalam menjalani hidup ini
•Agar selalu dijalan-Mu
•Agar menjadi hamba yang lebih baik dari sebelumnya
~YA Allah....
•jadikanlah hamba manusia yang menangis saat mendapatkan nikmat-Mu
•Jadikanlah manusia yang tersenyum saat menerima ujian dari-Mu
•Dan jadikanlah hamba yang merasa tenang saat dalam resahnya hidup ini
Ya Allah....
•Berikanlah tetesan nikmat Rindu dalam Qalbu ini
•Rindu yang sangat mendalam
•Yang akan membawa diri ini kepada-Mu
Aamiin Aamiin Yarobbal'alamiin
~*Merindukan Belaian Kasih Sayang Dalam Untaian DOA*~
Oleh Buya MH
~Ke mana aku akan PERGI
•Saat Harapan tak pernah MATI
•Saat ke Bahagiaan mungkin ABADI
•Saat Cinta bisa SEJATI
~Untaian Doa terukir di HATI
•Saat jiwa Terasingkan dari dunia nyata
•Tersadar termenung dimanakah JIWA ini
•Sudah kembalikah ke jasadnya atau masih di atas sana
~Tak kira merasakan udara hangat di hati ini
•Saat Cinta-Nya merasuki JIWA
•Bergegasnya ambil Air untuk Sucikan Hati dan Jasad
•Dalam perbatasan senja menjadi malam
•Ditadahkan tangan ke langit
•Sujud sembah seorang penCinta •Merindukan belaian Kasih Sayang SANG pemberi CINTA
~Dalam tadahan tangan dibanjiri air suci
•Diiringi bisikan rindu bergemuruh
•Dialiri hati meringis betapa sangat Cinta kepada DIA
•Dan Yang telah diCinta
~Ya ALLAH
•Hamba Rindu
•Hamba Cinta
•Hamba tak sabar ingin jumpa
•Berjumpa dengan kekasih yang Maha Kakasih
~ALLAH Swt~
~Dengan harapan dalam Untaian Syair DOA
~Semoga dipertemukan dalam tali kesucian
•Benang keridhaan
•Jiwa keikhlasan
•Bersama-Nya .
Aamiin Aamiin Yarobbal alamiin
~*Segera Kembali Ke Jalan-Nya*~
Oleh Buya MH
~Mengingatkan diri
Agar segera kembali ke jalan-Nya
Ketentuan selaku hamba-Nya
Yang hanya kepada-Nya
Dengan menjadi kekasih sejati-Nya
insya Allah kelak di negeri akhirat yang kekal
~Dengan ridha dan kasih-Nya
Kita akan hidup dalam kebahagiaan sejati
Bukankah kita kelak mendambakan panggilan merdu Sang Kekasih ?
Kekasih yang Maha Kasih (ALLAH)
~Wahai Jiwa-jiwa yang tenang,
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai
Masuklah ke dalam golongan (kekasih) hamba-Ku
Masuklah ke dalam surga-Ku.
Ya Allah
•Hamba memohon kepada-Mu
•Dengan kasih sayang-Mu
•Yang meliputi segala sesuatu
Oleh Buya MH
~Katupkan mulutmu
•Hentikan lah aliran kata-katamu
•Buka lah jendela hatimu
•Dan berbicaralah
•Dan bermohonlah kepada ALLAH
•Hamba bermohon dengan kerendahan hati
•Bukakanlah pintu Hati hamba Ya ALLAH
•Untuk menerima kebenaran yang belum terungkap melalui alam pikir
Aamiin Aamiin Yarobbal'alamiin
Kamis, 21 Maret 2013
Selasa, 19 Maret 2013
~*13 Aurat Wanita*~
Wanita dalam keseluruhan jasad (bodinya) bahkan suaranya adalah aurat atau hiasan yang hanya halal dan yang berhak menikmati adalah muhrimnya atau suaminya yang sah. Batasan aurat yang boleh kelihatan (nampak) hanyalah telapak tangan dan wajah (referensi : Al-Quran + Hadist). Apabila seorang wanita keluar rumah dengan di hias-hiasi, maka sebenarnya wanita tersebut telah menarik perhatian syaiton. Oleh karena itu Islam mengajarkan wanita apabila keluar rumah agar aurat tertutup rapi serta keluar atas dasar keperluan rumah tangga semata, boleh berdandan tapi dalam batas sewajarnya
13 Aurat Wanita
Bulu kening – Menurut Bukhari, Rasullulah melaknati perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening – Petikan dari (Hadis Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari)
Kaki memakai gelang kaki berloceng – Dan janganlah mereka (perempuan) menghentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – Petikan dari (Surah An-Nur Ayat 31.) Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah.
Wangi-wangian atau parfum – Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong kapal kata orang sekarang hidong belang – Petikan dari (Hadis Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban)
Dada – Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka – Petikan dari (Surah An-Nur Ayat 31.)
Gigi – Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya – Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani, Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah – Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
Muka dan leher – Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu. Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.
Muka dan Tangan – Asma binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja – Petikan dari (Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.)
Tangan – Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya – Petikan dari (Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.)
Mata – Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya – Petikan dari( Surah An Nur Ayat 31.)
Sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram – Petikan dari (Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.)
Mulut (suara) – Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik – Petikan dari (Surah Al Ahzab Ayat 32.)
Sabda SAW, Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi – Petikan dari (Hadis Riwayat Ibn Majah.)
Kemaluan – Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka – Petikan dari (Surah An Nur Ayat 31).Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya – (Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.)
Tiada seorang perempuanpun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah – Petikan dari (Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.)
Pakaian – Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti – Petikan dari (Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibn Majah.)
Petikan dari (Surah Al Ahzab Ayat 59. )Bermaksud : Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali . Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.
Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya - Petikan dari (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.) Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.
Rambut – Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya – Petikan dari (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.
Mengapa Sulit Mengucap Syukur ?
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, " Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Tuhan diterima".
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, "Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya". Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangatkecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun. "Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih", kata Malaikat-ku pelan. Dia tampak malu. "Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?", tanyaku. "Menyedihkan", Malaikat-ku menghela napas. " Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih". "Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?", tanyaku. "Sederhana sekali", jawab Malaikat. "Cukup berkata, "Terima kasih, Tuhan".
"Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri", tanyaku. Malaikat-ku menjawab, "Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini."
"Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia."
"Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu."
Juga.... "Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini."
"Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia".
"Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang."
"Jika engkau masih bisa mencintai... maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun."
"Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan semua mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan."
"Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali".
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa. diberkatinya kita semua.
"Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu ."
~*Menjernihkan Hati*~
Syekh Abdul Qadir Jaelani
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” [QS Al Baqarah : 201]
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya hati ini benar-benar berkarat dan sesungguhnya [cara] menjernihkannya adalah [dengan] membaca Al Quran, mengingat mati dan menghadiri majelis-majelis zikir.”
Hati itu berkarat, jika memang si pemiliknya menyadari apa yang telah digambarkan oleh Nabi SAW di atas. Jika tidak, maka ia akan berubah hitam kelam. Ia menghitam karena jauh dari [pancaran] cahaya. Ia menghitam karena kecintaannya pada dunia dan kepemilikannya tanpa sikap wara’. Memang, barang siapa yang di dalam hatinya sudah bercokol kuat kecintaan pada dunia, maka hilanglah rasa wara’ nya. Ia menjadi sembarangan mengumpulkan duniawi dari yang halal dan haram. Kesadaran untuk memilah dalam mengumpulkan harta telah hilang, dan rasa malunya pada Tuhan-nya dan pengawasanNya telah lenyap.
Wahai manusia ! terimalah resep Nabi kalian dan segeralah menjernihkan hati kalian dengan obat yang telah beliau deskripsikan pada kalian. Jikalau salah seorang di antara kalian terserang sakit, lalu dokter memberinya resep obat padanya, tentu saja hidupnya akan berubah dan akan langsung menggunakannya.
Awasilah selalu Allah dalam kesendirian dan keramaianmu. Jadikanlah Ia pusat pandangmu hingga kalian seolah-olah melihatNya, dan jika kalian tidak bisa melihatNya, maka [ingatlah selalu] bahwasanya Dia Melihatmu. Barang siapa yang berzikir menyebut Allah ‘Azza wa Jalla dengan hatinya, maka ia benar-benar seorang pezikir, dan tidaklah disebut pezikir orang yang tidak berzikir menyebutNya dengan hatinya. Lisan [bibir] adalah pemuda hati dan subcordinatnya. Senantiasalah menyimak petuah, sebab jika hati absen dari petuah, maka ia menjadi buta.
Hakikat taubat adalah mengagungkan perintah Al Haqq ‘Azza wa Jalla dalam segala kondisi. Sebagian kaum [shaleh] menuturkan “segala kebaikan [terangkum] dalam dua kata : pengagungan perintah Allah ‘Azza wa Jalla dan cinta kasih pada makhlukNya. Setiap orang yang tidak mengagungkan perintah Allah ‘Azza wa Jalla dan tidak menyayangi makhluk Allah, maka ia jauh dari Allah.” Allah mewahyukan pada Musa AS, “sayangilah [makhluk-Ku] hingga Aku menyayangimu, maka ia pun akan Ku sayangi dan akan Ku masukkan ke dalam surga Ku.” Sungguh beruntung orang yang penyayang [tetapi kalian, wahai manusia] umur kalian sia-sia dalam perilaku, “mereka makan, kami juga makan, mereka minum, kami juga minum, mereka berpakaian, kami juga berpakaian …”
Barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan, maka sebarkanlah nafsu dirinya dari [mengkonsumsi] hal-hal yang haram, syubhat dan syahwat. Juga hendaklah ia bersabar menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya, serta menyetujui takdirNya. Kaum shaleh senantiasa bersabar bersama Allah SWT dan tidak bersabar dariNya. Mereka bersabar demi Dia dan didalamNya. Mereka bersabar agar bisa bersamaNya. Mereka hanya memohon agar Dia berkenan menganugerahkan pada mereka kedekatan denganNya. Mereka keluar dari rumah-rumah hawa nafsu dan tabiat mereka serta senantiasa membawa syara’ bersamanya. Mereka berjalan menuju Tuhannya. Meskipun menemui petaka, kesusahan, penderitaan, musibah, mendung, masalah, lapar, dahaga, ketelanjangan, kenistaan dan kehinaan, mereka tetap tidak memperdulikannya dan tidak urung kembali [membatalkan] perjalanan mereka, serta tidak berubah sedikitpun dari lintasan yang mereka lalui. Mereka terus maju ke depan tanpa sedikit pun melambatkan perjalanan mereka. Mereka terus berbuat demikian hingga kekekalan hati dan qalib [fisik] bisa dicapainya.
Wahai manusia ! berusahalah bertemu dengan Al Haqq ‘Azza wa jalla dan malulah denganNya jika belum menemuiNya. Rasa malu orang Mukmin pada Allah SWT, kemudian pada makhluknya hanya terkait dengan masalah agama dan pelanggaran batasan syara’. Ia tidak boleh malu, apalagi minder dalam [menjalankan] agama Allah, menegakkan ketentuan-ketentuanNya dan melaksanakan perintahNya.
“Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk [menjalankan] agama Allah.” [QS An Nur : 2]
Barang siapa yang benar-benar mengikuti Rasulullah SAW, maka beliau akan memakaikannya baju besi dan topi perang, menyerahkan beliau kepadanya, membekali kesantunan perilaku dan akhlak beliau, serta memakaikannya jubah kebesarannya. Beliau juga sangat senang dengannya sebagai sosok umatnya dan bersyukur pada Allah SWT atas hal tersebut. Beliau kemudian mengangkatnya sebagai deputinya dalam komunitas umatnya, serta pembimbing jalan menuju Al Haqq ‘Azza wa Jalla. Maka tatkala Al Haq ‘Azza wa Jalla menjemput ajalnya, maka Diapun mengangkat salah seorang umatnya untuk menggantikan [tugas]nya. Orang-orang inilah yang merupakan manusia-manusia pilihan, jumlahnya hanya 1 berbanding 1 juta jiwa. Mereka membimbing manusia dan bersabar menghadapai siksaan sambil terus memberi nasihat pada mereka. Mereka tersenyum di muka kaum munafik dan durjana, serta memikat mereka dengan segala upaya demi membersihkan kotoran yang ada dalam diri mereka untuk kemudian menggandeng mereka menuju pintu Tuhan mereka ‘Azza wa Jalla.
Diriwayatkan dari beberapa kaum shaleh, “Tidak tertawa di depan muka orang fasik kecuali orang yang arif.” Ia tertawa di depan si fasik dan memperlihatkan kepadanya bahwa ia memang tidak mengenalnya, namun ia mengetahui kebobrokan rumah agamanya dan kehitaman muka hatinya oleh gumpalan daki dan kotoran. Orang yang fasik dan munafik menyangka bahwa keduanya bisa menyembunyikan perkara mereka dari orang arif dan ia pun tidak mengetahui mereka. Sungguh tidak, sekali lagi tidak ada kemuliaan sedikitpun pada mereka. Mereka tidak dapat bersembunyi dari orang arif, karena ia mengetahui mereka hanya dengan lirikan, tatapan, kata dan gerakannya. Ia bisa melihat lahir dan batin mereka. Tidak diragukan lagi, celakalah bagi kalian. Kalian pikir, kalian bisa menyembunyikan kebusukan kalian dari kaum shidiqqin yang arif dan alim ? sampai kapan kalian akan mensia-siakan usia dalam kehampaan ? carilah orang yang dapat membimbingmu menuju jalan akherat, hai orang yang tersesat !
Allah Maha Besar di atas kalian, hai orang-orang yang mati hati dan musyrik dengan sarana-sarana duniawi ! kalian juga, hai para penyembah berhala ! kekuatan dan daya mereka, pekerjaan, modal, penguasa negeri dan arah-arah yang mereka tuju, sesungguhnya mereka terhijab dari Allah SWT. Setiap orang yang memandang kemudaratan dan kemanfaat berasal dari selain Allah SWT, maka ia bukanlah hambaNya, akan tetapi ia adalah hamba yang memandang hal itu [kemudaratan dan kemanfaatan] sebagai berasal darinya. Hari ini [di dunia], mereka telah berada dalam api Neraka Jahanam. Tidak ada orang yang bisa selamat dari Neraka Allah ‘Azza wa Jalla kecuali orang-orang yang bertakwa, mengesakan ikhlas, dan orang-orang yang bertaubat.
Bertaubatlah dengan hatimu, baru kemudian dengan lisanmu. Taubat merupakan inti perubahan, yang merubah kuasa hawa nafsu, setan dan kolega-kolegamu yang buruk. Jika engkau bertaubat, maka ubahlah fungsi pendengaran, penglihatan, lisan, hati dan seluruh anggota tubuhmu. Murnikanlah makanan dan minumanmu dari kotoran haram dan syubhat. Suburkanlah rasa wara’mu dalam pekerjaan, dan jual belimu. Jadikanlah citamu hanya tertuju pada Al Mawla junjunganmu ‘Azza wa Jalla. Hapuslah kebiasaanmu dan gantikan tempatnya dengan beribadah. Hapuskanlah kemaksiatan dan gantikan ia dengan ketaatan. Lalu carilah hakikat dengan tetap memegang keshahihan syariat dan kesaksiannya, sebab setiap hakikat yang tidak dipersaksikan oleh syariat, maka ia adalah ke-zindiq-an.
Jika instruksi ini telah engkau realisasikan, maka akan datang padamu kefanaan dari akhlak yang tercela dan dari memandang seluruh makhluk. Ketika itulah, lahirmu akan terpelihara dan batinmu sibuk dengan Tuhanmu ‘Azza wa Jalla. Jika hal ini telah mewujud sempurna dalam dirimu, maka dunia akan datang di hadapanmu dengan sisi-sisinya, lalu menempatkanmu sebagai bagiannya, dan seluruh makhluk mengikutimu, dari yang pertama hingga yang akhir. Semua itu tidak akan mudarat bagimu serta tidak akan mengubahmu dari pintu Al Mawla Junjunganmu ‘Azza wa Jalla, sebab engkau telah berdiri bersamaNya, menerimaNya, dan asyik tenggelam denganNya, memandang kebesaran dan keindahanNya. Engkau hancur tercerai-berai, ketika memandang kebesaranNya, lalu engkau menyatu kembali, ketika memandang keindahanNya. Engkau takut ketika menatap kebesaranNya, serta berharap ketika menatap keindahanNya. Bergetar ketika menyaksikan kebesaranNya, dan kokoh ketika menyaksikan keindahanNya. Sungguh bahagia orang yang telah mencicipi makanan ini.
Ya Allah berilah kami makan dari makanan kedekatan-Mu dan minumilah kami dengan minuman kemesraan-Mu.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” [QS Al Baqarah : 201]











